Dat big mistake

Shit

Literally i made a big mistake

Reading our old conversation

Yes, i would never delete them

Just in case maybe someday I really miss you but dunno what to do 

cuz u know

Girls.

Cant do anything about love.

Advertisements

Ternyata Rindu

“Karna kasih itu tidak memandang apapun”

——-

1 hari saling menatap

1 hari bercanda tawa

1 hari berbalas pesan

1 hari hanya main main

——-

2 hari pesan belum berhenti

2 hari gombal sana sini

2 hari masih main main

2 hari kalimat itu sengaja kau beri

“Karna kasih itu tidak memandang apapun”

2 hari menelponku

2 hari terganggu

——-

3 4 hari tak melihat

3 4 hari tak berbicara

3 4 hari tak ada canda

3 4 hari terasa sunyi

——-

5 6 7 hari mulai bosan

5 6 7 hari ingin melihat

5 6 7 hari ingin berbincang

5 6 7 hari sepertinya rindu datang

Manusia itu mengecewakan

Kalau sudah seperti ini, aku tidak punya pilihan lain. Kalian yang membuatku seperti ini. Kalian yang memulai mengusik hidupku. Pada akhirnya semuanya terlihat. Setebal apapun kain itu, sehitam apapun kain itu kalian gunakan untuk menutup mataku, aku masih bisa melihat kutu berjalan di rambutmu.

Why

You always have that happy face

You always look so good

That smile

The one that i will never forget

—–

I hate my self

For being deeply in love with you

——-

Im trying to find a better guy

I found them

Maybe they were a better guy than you

But at the end

Your place couldnt be replaced

——-

I keep thinking bout you

I cant be happy as i did with you

I hate this situation

Why u?

Why me?

Jika kamu hanya ingin maaf dariku

Aku bisa dengan mudah memberimu

Jika kamu hanya ingin mendengarku berkata “iya”

Aku bisa dengan mudah memberimu

Jika kamu hanya ingin mendengarku berkata “aku tidak apa apa”

Aku bisa dengan mudah memberimu

———-

Tapi aku benci dikecewakan

Aku benci dikhianati

Aku benci dipermainkan

———–

Mulutku mungkin sudah memaafkanmu

Tapi mataku tidak bisa berbohong

Kata maaf mungkin bisa mengembalikan situasi seperti dulu

Tapi sikapku tidak bisa seperti dulu lagi

Kaki ini akan melangkah lebih jauh ketika engkau mencoba untuk mendekat kembali

Mata ini akan menutup lebih dalam ketika engkau mencoba untuk menatap kembali

Mulut ini pada akhirnya akan memilih untuk jujur dan berkata “selamat tinggal”

Maaf 

Maaf ya

Tapi bibit sudah menjadi pohon

Dan kamu lupa dulu pernah menanamnya

Menyiramnya

Merawatnya

—————–

Lalu kamu tinggalkan pohon itu

Hanya karena kamu telah menemukan bibit baru

Padahal pohon itu sudah berbuah, sudah berbunga

Tapi siapa lagi yang akan merawatnya?

Pohon itu mulai rusak

Pohon itu tak mau lagi berbuah

Pohon itu tak mau lagi berbunga

Lalu datang orang yang baik hati

Memeluk erat pohon yang hampir mati

Membuatnya kembali berdiri

Membuatnya kembali tersenyum

Pohon itu kini sungguh rindang

———-

Tapi kamu menyesal

Karna bibit barumu tak kunjung besar

Tingginya tak lebih dari tinggi badanmu

Lalu kamu rindu bibit lamamu

Kamu ingin merawat pohon rindangmu

Tapi rantingnya sungguh keras

Batangnya sangat gelap

Tidak semudah itu memaafkanmu, bisiknya

Untuknya

Untuk kamu yg selalu ku pikirkan
Untuk kamu yg selalu ku khawatirkan

Untuk kamu yg selalu ku rindukan

Untuk kamu yg selalu ku doakan

Untuk kamu yg selalu ku tanyakan

Untuk kamu yg hanya bisa ku pendam

Untuk kamu yg hanya bisa ku pandang

Untuk kamu yg tak bisa ku miliki

Untuk kamu yg tak bisa ku raih

Untuk kamu yg tak bisa ku genggam

Untuk kamu yg tak bisa ku kecewakan

Tolong mengerti apa yg kurasakan

Aku menyesal

Kenapa bisa

Hanya melihat namamu nafasku kembali sesak

Hanya mengingat wajahmu senyumku kembali tenggelam

Hanya mendengar cerita tentangmu hatiku kembali mengeras

Mungkin dinding kesabaranku telah menipis

Mungkin hati kecilku telah memberontak

Mungkin peringatan dari peri kecil telah sampai ketelingaku

Mungkin semut semut dikaki mulai menggigitku, 

Mengabari bahwa ada lubang yg lebih besar didepan mata

Karena baru saja aku terperangkap

Dalam lubang yang dibuatmu

Namun kau kubur lagi lubang itu

Padahal aku sudah meraih tanganmu

Yang dengan lembut mengantarku, ke lubang itu

Yang kini telah kau kubur

Aku tidak menyesal

Aku tidak menyesal

Aku tidak menyesal

Itu yang ku harap

Namun kini

Aku menyesal.

—–maaf kalau terdengar kasar—–

​Tolong sampaikan pada kawanmu

Kalau goblok jangan dipelihara

Bodoh sudah dirinya

Hati orang bukan kain pel

Kau pakai bersihkan lantai

Sampai buruk rupa warnanya

Lalu hanya kau keringkan

Sampai busuk lalu kau buanglah tuh

Kau beli lagi yang baru

Kau buatnya  jadi busuk juga

Gitu saja terus

Hidupmu tak ada guna

Sampai kena karmalah tuh

Saya ucap amiin