Selama ini kupendam

Aku tidak bisa bersyukur bertemu dengan orang-orang seperti kalian.

Singkat, padat, tidak jelas. Tapi ini uneg2 paling dalam yang aku rasakan selama berada di zona perkuliahan ini.

Untuknya

Untuk kamu yg selalu ku pikirkan
Untuk kamu yg selalu ku khawatirkan

Untuk kamu yg selalu ku rindukan

Untuk kamu yg selalu ku doakan

Untuk kamu yg selalu ku tanyakan

Untuk kamu yg hanya bisa ku pendam

Untuk kamu yg hanya bisa ku pandang

Untuk kamu yg tak bisa ku miliki

Untuk kamu yg tak bisa ku raih

Untuk kamu yg tak bisa ku genggam

Untuk kamu yg tak bisa ku kecewakan

Tolong mengerti apa yg kurasakan

Aku menyesal

Kenapa bisa

Hanya melihat namamu nafasku kembali sesak

Hanya mengingat wajahmu senyumku kembali tenggelam

Hanya mendengar cerita tentangmu hatiku kembali mengeras

Mungkin dinding kesabaranku telah menipis

Mungkin hati kecilku telah memberontak

Mungkin peringatan dari peri kecil telah sampai ketelingaku

Mungkin semut semut dikaki mulai menggigitku, 

Mengabari bahwa ada lubang yg lebih besar didepan mata

Karena baru saja aku terperangkap

Dalam lubang yang dibuatmu

Namun kau kubur lagi lubang itu

Padahal aku sudah meraih tanganmu

Yang dengan lembut mengantarku, ke lubang itu

Yang kini telah kau kubur

Aku tidak menyesal

Aku tidak menyesal

Aku tidak menyesal

Itu yang ku harap

Namun kini

Aku menyesal.

—–maaf kalau terdengar kasar—–

​Tolong sampaikan pada kawanmu

Kalau goblok jangan dipelihara

Bodoh sudah dirinya

Hati orang bukan kain pel

Kau pakai bersihkan lantai

Sampai buruk rupa warnanya

Lalu hanya kau keringkan

Sampai busuk lalu kau buanglah tuh

Kau beli lagi yang baru

Kau buatnya  jadi busuk juga

Gitu saja terus

Hidupmu tak ada guna

Sampai kena karmalah tuh

Saya ucap amiin

Ternyata benar

Ternyata benar,

Kamu hanya sedang memilih warna

Kamu hanya sedang mencari ukuran

Kamu hanya sedang melihat harga

Kamu hanya sedang mencobanya di kamar pas
Ternyata benar,

Warna yang kamu ambil terlalu gelap

Ukuran yang kamu pilih terlalu besar

Harga yang tertera terlalu murah

Kemeja ini tidak cocok untukmu
Ternyata benar,

Kamu letakkan kembali kemeja itu

Kamu lupakan bentuknya

Kamu lupakan motifnya

Kamu lupakan warnanya

Kamu lupakan mereknya

Kamu lupakan harganya
Kamu lupakan semuanya

Surat dari tahun lalu

Hampir satu tahun yang lalu

Pertama kali kulihat lelaki itu

Masih terekam sangat jelas di memoriku

Saat tangannya menyisir rambut depannya

Saat itu juga aku tertarik dengannya

Namun, saat itu juga aku berpikir

Mustahil untuk mengenalnya

 

Kami masih menjadi orang asing

Tapi aku suka melihatnya tersenyum

Aku suka memandangnya bekerja

Aku suka memperhatikannya sibuk

Aku suka mendengarnya berbicara

Aku suka saat kau meminjam sesuatu milikku

lalu kau berucap “tak apa jika ku pakai ini?”

 

Tak apa kau tak mengenalku

Tak apa kau tak tau namaku

Tak apa kau tak menganggapku

Tak apa kau tak mengingatku

 

Aku yang terlalu takut bertanya padamu

Aku yang terlalu malu menyapamu

Aku yang tak sanggup menatapmu

 

Aku yang memilih untuk menyukaimu

dalam diam

 

 

Jujurku

Dulu,

Ku pikir menyapamu akan sesulit meneguk jamu

Ku pikir menyentuhmu akan sesulit menggenggam api

Ku pikir berbicara denganmu akan sesulit menahan bersin

Bahkan ku pikir mengenalmu adalah suatu hal yang mustahil

 

Kemarin,

Ternyata menyapamu semudah meneguk susu

Ternyata menyentuhmu semudah meniup lilin

Ternyata berbicara denganmu semudah mengirup udara

Bahkan bercanda denganmu bukan lagi suatu hal yang mustahil

 

Namun tadi pagi,

Baru kurasakan,

Susu yang ku teguk terlalu manis

Lilin ku tiup terlalu kencang

Udara yang kuhirup terlalu dingin

Bahkan semua kemustahilan berubah menjadi ketergantungan

 

Dan kini,

Yang kusadari,

Kamu sedang memilih warna

Kamu sedang melihat harga

Kamu sedang mencari ukuran

Kamu sedang mencobanya di kamar pas

 

Yang kutakutkan,

Kemeja itu terlalu gelap untukmu

Kemeja itu terlalu murah untukmu

Kemeja itu terlalu kecil untukmu

 

Lalu kamu letakkan kembali ketempat tadi

Lalu kamu lupakan bentuknya

Kamu lupakan motifnya

Kamu lupakan mereknya

Kamu lupakan bahannya

 

kamu lupakan semuanya

Cinta (tamu yang tak pernah di undang)

Mengapa merasa begitu bersalah telah mencintaimu

Mengapa tidak bisa bersyukur mendapat anugrah Tuhan

Untuk menyukai kaum adam

Mengapa selalu rindu padahal aku bukan siapa siapamu

Mengapa selalu cemburu padahal itu bukan hakku

Mengapa selalu ingin memilikimu padahal kamu sendiri tidak melihatku

Mengapa tidak bisa berhenti berfikir tentangmu

Tuhan,

Maafkan aku selalu mengeluh

Tuhan,

Yang bisa kulakukan hanya mendoakannya

Tuhan,

Lindungilah dia selalu, berikan kebahagiaan untuknya, doa ini sungguh konyol tapi tolong simpanlah dia untukku 🙂

Siapa benci?

Si dia benci Si itu

Si itu benci Si ini

Si ini benci Si Dia

 

Betapa spesial kata Benci

Satu hari 3 kali

Tidak benci berujung iri

Buat apa kamu benci

Buat apa kamu iri

Buat apa kamu dengki

Buat apa kamu berdiri

 

Coba lihat diri sendiri

Suka membenci berarti siap di benci

Siap di benci berarti tau diri

Kawan pergi itu konsekuensi

 

Kenapa ada benci?

Apa rencana benci?

Apa tujuan benci?

Apa kamu benci?